Hari Ini:

Jumat 20 Oct 2017

Jam Buka Toko:

Toko Online TUTUP

Telpon:

085647701900

SMS/Whatsapp:

085647701900

Email:

elzaqstore@gmail.com

Testimoni

Pembayaran Melalui

Hijab sebagai Identitas Keislaman Seorang Muslimah

08 Februari 2017 - Kategori Blog

Hijab sebagai Identitas Keislaman seorang muslimah

Hijab adalah segala hal yang menutupi sesuatu yang dituntut untuk ditutupi atau terlarang untuk menggapainya. Hijab ini menjadi pembeda antara wanita muslim dengan yang kafir. 

Jilbab Instan Happy 2 pasmira

Kenapa harus berhijab?

Pada dasarnya, hukum berhijab bagi seorang wanita muslim adalah wajib sebagaimana layaknya wajib sholat lima waktu bagi muslim yang sudah baligh. Kenapa wajib? Karena seperti halnya sholat lima waktu, perintah berjilbab termaktub di dalam Al Qur’an. Sebagaimana firman Allah Ta’ala di dalam QS. Al Ahzab : 59, “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Ternyata perintah berjilbab tidak hanya ditegaskan sekali saja, namun masih ada ayat lain yang juga memperkuat hukum berkerudung:

َقُل لِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَاۖ وَلۡيَضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّۖ… ٣١

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menjulurkan khimar ke dadanya….”(QS. An Nuur: 31).

Hijab sebagai identitas keislaman inilah, maka wanita mudah dibedakan mana yang muslim taat, mana yang belum taat atau orang kafir.

Supaya lebih mudah dalam memulai berhijab berikut ada beberapa tips:

  1. Bulatkan niat untuk berhijab

Niat merupakan suatu hal pertama kali yang harus dilakukan sebelum melakukan amal-amal lainnya. Tanpa niat amal akan sia-sia tanpa dihitung pahala. Niat akan memiliki kekuatan yang luar biasa manakala kita bersungguh-sungguh. Sehingga niat berhijab  harus segera ditanamkan dalam hati.

Tetapkan hati, mulai dari hal-hal yang kecil, misalnya mengenakan pakaian yang ada dalam batas kesopanan. Lalu, saat niat memakai hijab muncul, bersegeralah memakainya, jangan menunggu terlalu lama hingga akhirnya keraguan itu muncul kembali. Buatlah komitmen pribadi, sekali memakai jilbab jangan bongkar pasang lagi. Ingat selalu perintah Allah tentang kewajiaban menutup aurat.

Luruskan niat berjilbab adalah karena Allah, bukan karena hal lain. Bukan karena ingin mendapatkan pujian dari teman ataupun bukan karena menyukai pria yang suka pada muslimah berhijab. Jangan sampai niat kita salah dan menjadi sia-sia karena tidak terhitung mendapatkan pahala.

Bagi yang masih terhalang karena belum diizinkan oleh orang tua, coba lakukan pendekatan personal, berikan pemahaman sedikit demi sedikit. Saya yakin anda yang lebih mengetahui karakter orang tua anda.

  1. Sering mempelajari Al Qur’an beserta maknanya dan buku-buku Islam

Al Quran sebagai pedoman hidup yang menuntun manusia dari keburukan menuju kebaikan, harus kita kaji dan kita amalkan. Buku-buku tentang berhijab saat ini banyak dan mudah sekali didapatkan di toko-toko buku agama. Harapannya dengan mempelajari keislaman dari Al Quran dan Buku Islam semakin menambah ilmu agama kita.

  1. Bergaul dengan orang yang sholihah

Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri, sehingga membutuhkan teman untuk bergaul. Dalam bergaul kita harus memperhatikan siapa teman kita, jangan sampai kita bergaul dengan orang-orang yang berakhlak buruk. Rasulullah bersabda: “Seseorang itu terletak pada agama teman dekatnya, sehingga masing-masing kamu sebaiknya melihat kepada siapa dia mengambil teman dekatnya” (HR Tirmidzi, Abu Dawud, al-Hakim, al-Baghawi). Untuk dapat berhijab, tentu kita harus bergaul dengan teman-teman yang berhijab pula.

  1. Mendekat ke majelis ilmu atau kajian islam

Zaman seperti sekarang ini, sangat mudah mengikuti kajian islam, baik kajian yang ada di masjid suatu kampung atau dirumah-rumah. Kalaupun letaknya di luar kampung atau bahkan luar kota bisa didatangi menggunakan sepeda motor. Atau kalau memang benar-benar tidak ada kajian di wilayahnya, saat ini sudah dipermudah oleh teknologi. Bisa mendengarkan kajian lewat radio, televisi ataupun mengikuti kuliah-kuliah di grup WA yang diampu oleh ustadz. Mendengarkan kajian sedikit demi sedikit akan menambah ilmu, niat dan kesadaran kita dalam berhijab. 

  1. Tetap berprestasi dengan jilbab yang syar’i

Jadilah muslimah yang berprestasi. Muslimah harus aktif dalam kegiatan-kegiatan di masyarajat supaya dapat mewarnai. Tunjukkan pada orang tua kita, sahabat kita, orang yang ada di sekitar kita bahwa jilbab bukan menjadi penghalang bagi aktivitas dan prestasi kita. Dan satu lagi, jangan lupa refresh kembali arti hijab syar’i, supaya bisa memaknai hijab sebagai identitas keislaman bukan sebagai gaya-gayaan. ^^

Syukur-syukur kalau kita sudah berjilbab, bisa mengajak saudari-saudari kita yang lain…^-^

Eits, satu lagi, setelah berjilbab, jaga jarak, jaga hati dan jaga pandangan pada lawan jenis. Jangan terlena jika ada yang bersimpati…(hmmm…maklum sih, soalnya anda jadi terlihat tambah cantik, anggun, intelek, anggun dan sholihah…^^)

Demikianlah pembahasan mengenai hijab sebagai identitas keislaman seorang muslimah dan tips supaya segera mulai berhijab. Semoga bermanfaat yaah.

Saya mengucapkan selamat berhijrah menunaikan perintah Allah bagi yang belum sempat menunaikan perintah berhijab.

 Hijab instan syar’i happy 2 pasmira

, , , , , , ,